Wednesday, 15 June 2016

penasaran tentang TORAJA??

             

toraja


Terlindung aman di luar gunung tinggi dan tebing batu granit, inilah rumah dimana  masyarakat Toraja tinggal. Di salah satu tempat terindah di Indonesia dengan lembah menghijau, terasering sawah terhampar, dan perkebunan kopi di antara sungai yang membelah hutan lebat. Lebih memikat lagi adalah daya magis dalam budaya megalitik yang memukau.

Pesona Toraja pun menyeruak dengan tengkorak manusia yang sebelumnya dibubuhi ritus adat kematian yang tiada bandingannya dengan pengorbanan puluhan kerbau dan babi. Bahkan, berkat kekayaan budayanya, tahun 2004 Tana Toraja dimasukkan dalam daftar sementara warisan budaya dunia oleh UNESCO (Inscription World Heritage-C1038).

Di Toraja Anda dapat melihat makam yang dipahat di tebing cadas Lemo, makam goa purba di Londa, menhir di Rante Karassik, dan perkampungan Kete Kesu nan unik. Semuanya terpeliharanya dalam bingkai adat budaya karena masyarakatnya sangat menghormati leluhur dengan tetap menjaga pekuburan para leluhur.

Masyarakat Toraja percaya bahwa leluhur mereka turun dari langit dan tinggal di tanah yang subur di Toraja. Untuk menjaga kekuatan tanah dan rakyatnya, keturunan mereka harus menggelar ritual perayaan bagi mereka yang hidup dan yang telah mati. Bagi orang Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian. Ritual kematian dapat berlangsung selama berhari-hari melibatkan seluruh penduduk desa. Tidak hanya saat berkabung tetapi juga untuk acara hiburan dan kekerabatan.

Tidak sedikit orang mengidentikkan ritual orang Toraja dengan mahalnya nilai hewan yang disembelih. Akan tetapi, Anda perlu melihatnya dari banyak sudut pandang, seperti dari sisi adat, warisan, pariwisata dan lainnya. Ritual tersebut masih dipertahankan untuk mengurangi kesenjangan antara yang miskin, menengah dan kaya. Saat penguburan tidak dilakukan segera karena biaya maka akan ditunda selama beberapa bulan bahkan kadang bertahun-tahun dengan disimpan di rumah khusus hingga waktu yang tepat dan tersedianya dana. Upacara kematian diadakan setelah musim panen selesai, biasanya antara Juli dan September. Sementara upacara kehidupan digelar saat musim tanam di bulan Oktober.

Ada banyak dialek yang digunakan di Toraja, tergantung sistem kekerabatan warganya. Satu area tertentu dapat dihuni oleh satu marga yang di dalamnya terdapat adat dan struktur sosial yang berbeda, contohnya Anda dapat melihat beberapa desa memiliki warga yang terdiri dari pemimpin dan pengikut tetapi terdapat desa lain yang dihuni oleh masyarakat tanpa perbedaan status.

AKTIVITAS

KULINER, BERBELANJA, AKOMODASI, KEGIATAN

Ada banyak restoran di tujuan wisata dan warung di sepanjang jalan. Lebih baik bawalah makanan sendiri ketika berpergian. Menu khas makanan Toraja yang dapat Anda cicipi adalah pakpiong ayam, sayur daun ubi yang di tumbuk, sate keong, puding labu, dan banyak menu khas lainnya.
Pa'piong yaitu masakan tradisional Toraja yang dimasukkan ke dalam bambu berisi daging babi, daging kerbau, daging ikan mas. Dagingnya tidak dicampur satu dengan yang lain tetapi dicampur dengan sayur dan bumbu. Sayurnya (utan bulunangko) atau sayur mayana yang kadang menggunakan buah nangka muda atau batang pisang. Bumbu sayur dicampur dengan garam, jahe, daun bawang dan cabe. Kadang juga daging babi, daging ayam, ikan mas atau daging kerbau ditambahkan darahnya dicampur baik daging yang sudah di potong kecil, sayur, dan bumbu. Setelah semuanya tercampur rata, lalu dimasukkan ke dalam tabung-tabung bambu muda yang sudah dipotong sepanjang ruasnya. Selanjutnya, bambu ditutup remasan daun pisang lalu dibakar langsung di atas perapian dengan kayu yang agak sulit terbakar dibentangkan melintang dan kedua ujungnya ditopang untuk menyandarkan bambu tersebut.
Ikan dan daging babi pun biasa dimasak dengan bumbu hitam keluwak, makanan ini diberi nama "pammasaran". Ikan yang digunakan biasanya ikan mas dan lele. Jika memungkinkan cobalah mencicipi tuak toraja. Ini merupakan minuman dengan kadar alkohol 15% yang terbuat dari fermentasi nira atau cairan manis dari bunga pohon enau. Warna tuak adalah putih dan rasanya agak manis.
Tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Tana Toraja tanpa menikmati kopi toraja. Kopi toraja adalah satu minuman yang dicari oleh setiap orang yang berkunjung ke Toraja. Kopi Toraja terkenal dan telah mendunia di kalangan pecinta kopi. Kopi toraja merupakan jenis kopi arabika (cofeea arabica) yang tumbuh di ketinggian 700 - 1.700 m dpl dengan suhu rata-rata 16 - 20 °C beriklim kering selama 3 bulan per tahun berturut-turut.